Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

KUDUS – UPT Perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar bedah buku berjudul “Secuil Kisah dari Ende” karya Dian Savitri. Kegiatan yang diinisiasi mahasiswa magang UPT Perpustakaan itu berlangsung secara daring pada Senin (18/10/2021).

Ketua Panitia Muhammad Habibi mengatakan, buku berjudul Secuil Kisah dari Ende merupakan karya Dian Savitri yang merupakan salah satu alumni mahasiswa berprestasi di Universitas Muria Kudus. Buku tersebut merupakan catatan perjalanan Dian Savitri ketiga mengabdikan diri sebagai guru melalui program SM3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2013 lalu.

“Kami berharap melalui kegiatan ini Ibu Dian sebagai penulis buku dan juga senior kami di UMK bisa menceritakan perjalanannya saat mengajar di Ende. Selain itu, kami juga berharap kegiatan ini bisa memotivasi kami, para mahasiswa untuk tetap berkarya di tengah pandemi,” katanya.

Lanjut Muhammad Habibi, melalui bedah buku ini, peserta akan mendapatkan ulasan tentang buku yang dibedah. Sehingga mendorong mereka untuk membacanya secara utuh dan dapat mendapatkan pengetahuan serta meningkatkan ketertarikan untuk membaca buku tersebut.

“Kami berharap motivasi mahasiswa untuk membaca buku semakin meningkat. Sehingga tingkat kungjungan di perpustakaan sebagai tempat literasi juga meningkat,” ungkapnya.

Menurut Habibi, kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber. Antaralain, Dosen Progam Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMK Dr. Fitri Budi Suryani, S.s, M.Pd (pembedah buku), Dian Savitri, S.Pd (penulis buku), dan Maria Ernesti Nguro, S.Pd yang merupakan guru SMKN 6 Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) (pembedah buku).(Info Jateng)

Previous Next

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

UMK – Rabu, 7 April 2021, UPT Perpustakaan menyelenggarakan workshop penyusunan dokumen mutu UPT Perpustakaan UMK. Rektor UMK hadir membuka acara, tim dari Badan Penjaminann Mutu (BPM) UMK menjadi fasilitator workshop, dan seluruh staf UPT Perpustakaan mengikuti workshop ini. 

Noor Athiyah pada sambutannya menjelaskan bahwa UPT Perpustakaan sudah menyusun beragam dokumen mutu sejak tahun 2012 sampai saat ini. Namun demikian, untuk manual prosedur dan instruksi kerja yang disusun di tahun 2012, terakhir kali di revisi pada tahun 2015. 

Rektor UMK Prof. Ir. Darsono, M. Si. pada sambutannya menyampaikan bahwa UPT Perpustakaan sudah sangat baik, sudah mendapatkan akreditasi A. Ke depan, UPT Perpsutakaan harus juga harus menyimpan dan terhubung dengan semua koleksi yang ada di Universitas Muria Kudus maupun dari Perpustakaan lain di luar Universitas Muria Kudus. “Saya menyambut baik inisiasi kegiatan ini dan mendukung pengembangan UPT Perpustakaan UMK,” sambut Rektor.

Narasumber dari Tim BPM menjelaskan tentang pentingnya dokumen mutu dalam menjamin mutu UPT Perpustakaan, dokumen mutu apa saja yang harus ditetapkan, sampai dengan Langkah penyusunan dan penetapannya. Lebih lanjut lagi, Dr. Endang Dewi Murrinie, Kepala BPM, menyampaikan “tidak boleh berhenti pada penetapan saja, tapi juga harus dilaksanakan, dievaluasi, dikendalikan, dan ditinjau kembali secara berkala.”

Rofikhotul Muna salah satu staf peserta workshop berharap “dengan standar yang di buat, UPT Perpustakaan Universitas Muria Kudus semoga bisa lebih maju dan kalau bisa standarnya sesuai dengan standar internasional.” (Pustakawan)

 

Previous Next

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

UMK - Perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK) menjadi rujukan sekolah untuk belajar dalam penataan perpustakaannya. Salah satunya SMA 1 Mejobo Kudus yang melakukan study banding ke Perpustakaan UMK guna mempersiapkan akreditasi perpustakaan di sekolahnya.

Kepala Sekolah SMA 1 Mejobo Kudus Ajib Setiyo mengatakan, pihaknya memilih UMK karena perpustakaannya sudah mendapatkan akreditasi A. Artinya memang sudah sesuai standar atau bahkan lebih. "Sehingga kami harus belajar dengan UMK untuk penataan perpustakaan kami," katanya.

Pihaknya akan ada akreditasi perpustakaan sekitar November 2021, sehingga perlu persiapan. Salah satunya dengan mengetahui tata kelola perpustakaan yang baik. Sehingga diharapkan akan mendapatkan nilai maksimal.

selain itu, dengan perpustakaan yang baik, diharapkan siswa juga bisa lebih nyaman berada di perpustakaan untuk belajar. Sehingga minat baca siswa juga diharapkan bisa lebih baik lagi, apalagi buku merupakan salah satu hal penting dalam dunia pendidikan, meningkatkan minat bacapun harus ditingkatkan.

Sementara itu, Pustakawan UPT Perpustakaan UMK Firman Al Mubarok mengatakan, banyak hal yang harus dilakukan dalam pengelolaan perpustakaan. Selain koleksi buku dan tata kelolanya, perpustakaan juga harus memiliki inovasi-inovasi.

Salah satu inovasi yang dilakukan Perpustakaan UMK antara lain adanya Warung Perancis, selain itu ada juga buku khusus tentang Kudus. Artinya, harus ada keunikan di perpustakaan, termasuk sekolah juga harus memilikinya.

Selain itu, pihaknya juga mengadakan free coffe, merchandise, lomba-lomba hingga memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang paling banyak berkunjung. Sehingga diharapkan bisa menarik mahasiswa untuk mengunjungi perpustakaan. "Kegiatan semacam itu tergantung kreatifitas masing-masing," terangnya.

Pihaknya juga terus mengembangkan pelayanan online, diakui atau tidak perkembangan dunia online harus diikui. Karena memang akan lebih memudahkan ketika bisa memanfaatkan dunia digital dengan baik.(Linfokom-Humas)

Previous Next

Penilaian: 1 / 5

Aktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

UMK - Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta melakukan studi banding dan kerjasama ke Universitas Muria Kudus (UMK). Kedatangan rombongan tersebut untuk mengetahui pengembangan perpustakaan di UMK, karena UPT Perpustakaan UMK mendapatkan akreditasi A.

Kepala UPT Perpustakaan UMK Noor Athiyah, M.Hum mengatakan, kedatangan rombongan dari UTp Surakarta tentunya disambut baik. Karena bisa sharing antar dua perguruan tinggi, sehingga bisa memberikan hal positif, terutama dalam hal pengelolaan perpustakaan. "Kami berterimakasih atas kunjungannya, menjadikan UMK sebagai lokasi studi banding," katanya kemarin.

Untuk Perputakaan UMK memang sudah terakreditasi A, sehingga semua komponen standar penilaian sudah terpenuhi semua. Pihaknya tentu sudah menyiapkan sarana prasarana dan lainnya hingga memenuhi standar tersebut sehingga mendapatkan akreditasi A.

Dalam proses akreditasi, ada enam komponen utama yang harus dipenuhi, aspek koleksi dengan bobot penilaian 20, sarana dan prasarana bobotnya 15 dan pelayanan perpustakaan bobotnya 25. Lalu tenaga perpustakaan bobotnya 20, penyelenggaraan dan pengelolaan bobotnya 15, dan komponen penguat dengan bobot 5.

Dr. Achmad Fatchul Aziz, MP mengatakan, kunjungan ke UMK karena ingin belajar tentang pengelolaan perpustakaan, selain itu juga diskusi serta kerjasama. "Kami tentu ingin ada jalinan kerjasama antara UTP dan UMK," jelasnya.

Banyak hal yang perlu dipelajari untuk pengembangan pengelolaan perpustakaan, pihaknya memilih UMK karena memang sudah terakreditasi A. Sehingga akan banyak hal yang dipelajari, karena bsia mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada di perpustakaan UTP.

Tentunya, dengan kunjungan tersebut dapat menajdi jembatan agar pengelolaan perpustakaan semakin baik. Karena memang pihaknya butuh banyak referensi sehingga pengembangan perpustakaan bisa maksimal. (Humas-Linfokom)

Previous Next

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

UMK – Lembaga Akreditasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melakukan visitasi akreditasi kepada UPT Perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK). Visitasi ini untuk melihat seberapa baik Perpustakaan yang dimiliki UMK.

Dua asesor yang melakukan visitasi akreditasi dari Perpusnas RI, yakni Atikah, S.Sos, M.Si dan Arsi Suparni, S.Sos, M.Hum. Keduanya melakukan visitasi pada 19 November 2019. ”Saat ini banyak tuntutan untuk perpustakaan, sehingga harus ada standar yang harus dipenuhi,” katanya saat visitasi akreditasi.

Termasuk sumber daya manusia (SDM) perpustakaan atau pustakawan, karena pustakawan tidak hanya penjaga buku, melainkan lebih dari itu. Pustakawan harus mampu menjadi sumber informasi. Bahkan siswa atau mahasiswa menuntut pustakawan seperti google.

Sehingga pustakawan memang harus terus melakukan update informasi untuk meningkatkan kemampuan diri. Apalagi tuntutan pustakawan semakin besar, tidak hanya sebagai penjaga buku semata.

Dalam visitasi tersebut, tidak hanya perpustakaan pusat saja yang dilihat, melainkan juga perpustakaan yang ada di setiap jurusan. Karena memang perpustakaan harus tersebar disetiap jurusan, bukan hanya perpustakaan pusat saja.

Ada yang unik di Perpustakaan UMK, yakni layanan kekudusan, layanan tersebut mempunyai koleksi khusus kekudusan, mengangkat budaya Kudus. ”Ini cukup menarik, bisa mengenalkan budaya Kudus,” terangnya.

Saat audiensi, enam komponen utama penilaian menjadi perhatian, yaitu aspek koleksi dengan bobot penilaian 20, sarana dan prasarana bobotnya 15 dan pelayanan perpustakaan bobotnya 25. Lalu  tenaga perpustakaan bobotnya 20, penyelenggaraan dan pengelolaan bobotnya 15, dan komponen penguat dengan bobot 5.

Usai melakukan visitasi di perpustakaan sesuai Instrumen yang ada, hasilnya akan disidangkan di Lembaga Akreditas Perpustakaan Nasional. Harapannya, mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan. “Kalau dilihat dari isian borang, Perpustakaan UMK sudah bagus, semoga hasil visitasi kita ini nanti relevan dengan isian borang tersebut,” ujar Atikah.

Sementara itu, Rektor UMK Dr. Suparnyo, SH. MS mengatakan, semoga nanti hasil dari visitasi UPT Perpustakaan hasilnya sesuai yang di harapkan dan Perpustakaan UMK bisa lebih maju lagi. Karena pihaknya juga sudah melakukan proses penyiapan perpustakaan yang ada di UMK agar sesuai standar yang ada.(linfokom-Humas)