User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

SALATIGA – Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Tengah, mendapatkan hibah buku dari Asia Foundation, yang kemudian didistribusikan ke perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi yang telah bergabung dengan FPPTI. Salah satu yang mendapatkan hibah buku tersebut adalah Universitas Muria Kudus (UMK).

UMK, melalui UPT. Perpustakaan, mendapatkan hibah buku sebanyak 180 judul buku (eksemplar). Ratusan judul buku dari hibah Asia Foundation itu, diharapkan bisa menambah referensi bagi para akademisi UMK terkait beragam tema buku yang ada.   

Suwarno, mengatakan, buku-buku dari Asia Foundation itu telah diambil oleh UPT. Perpustakaan pada pekan terakhir April lalu, di Perpustakaan IAIN Salatiga, yang diserahkan langsung oleh Wiji Suwarno, kepala UPT. Perpustakaan IAIN Salatiga dan juga menjabat ketua FPPTI Jawa Tengah.

‘’Kami memilih buku yang relevan dengan Program Studi (Prodi) yang ada di UMK, sehingga bisa lebih bermanfaat. Rata-rata buku terbitan luar negeri yang kami bawa ke UMK adalah buku berbahasa Inggris dengan subyek yang lebih banyak mengulas tentang ekonomi bisnis,’’ ujar Suwarno didampingi Eris. (Ris/ Eros)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Bungah dan bangga kini tengah dirasakan jajaran pimpinan, dosen, staf akademik dan sivitas akademika Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Prodi PBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muria Kudus (UMK). Pasalnya, Prodi PBI dipastikan mendapatkan poin ‘’A’’ akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Kepala Prodi PBI FKIP UMK, Nuraeningsih S.Pd M.Pd., saat ditemui membenarkan adanya kabar tersebut. ‘’Alhamdulillah, Prodi PBI FKIP UMK berhasil mendapatkan poin A dalam akreditasi BAN-PT,’’ katanya.

Dengan raihan itu, PBI menjadi Prodi pertama yang berhasil mendapatkan poin A Akreditasi BAN-PT, sebagaimana diharapkan oleh pimpinan universitas. Dia berharap, Prodi-prodi lain di UMK, juga akan berhasil mendapatkan poin A dalam akreditasi.

Nuraeningsih menjelaskan, keberhasilan ini, merupakan buah kerja keras dan dukungan banyak pihak, baik pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, staf akademik dan juga mahasiswa. ‘’Semua punya peran, sehingga Prodi PBI berhasil mendapatkan akreditasi A dari BAN-PT,’’ ungkapnya.

Untuk meraih raihan akreditasi membanggakan itu, lanjutnya menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan sejak lama. ‘’Kami menyusun borang sedari Juli hingga November 2017 lalu, dan mengunggah ke BAN-PT Desember 2017,’’ terangnya.

UPT Perpustakaan UMK juga ikut peran serta dalam akreditasi, Tim Assesor juga mengunjungi UPT Perpustakaan untuk divisitasi. Beberapa pertanyaan mengenai koleksi progdi PBI, pengunjungan Mahasiswa PBI sampai jurnal yang telah di langgan untuk progdi PBI telah di jawab semua oleh pustakawan UMK. (Perpus-Humas)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Sivitas akademika Universitas Muria Kudus (UMK) selayaknya bangga, karena layanan di UPT. Perpustakaan dipastikan akan semakin baik, seiring dengan kehadiran pustakawan baru, yang menjadi ‘amunisi’ dalam melakukan upaya maksimalisasi layanan di ‘jantung intelektual’ Kampus UMK tersebut.

Adalah R. Ayu Siti Lathifah S.Hum, pustakawan lulusan Ilmu Perpustakaan dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, yang telah resmi bergabung dengan UPT. Perpustakaan UMK sejak pekan kedua Maret lalu. Ia resmi tercatat sebagai pustakawan UMK, setelah berhasil lolos seleksi tes tertulis, interview dan tes kesehatan oleh Yayasan Pembina (YP.) UMK.

Kehadiran pustakawan baru di UPT. Perpustakaan UMK, itu pun diharapkan bisa meningkatkan layanan agar semakin baik. Apalagi R. Ayu Siti Lathifah telah memiliki pengalaman magang di UPT. Perpustakaan di Undip dan Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes).

‘’Pustakawan baru, selama tiga bulan kerjanya, masih akan rolling. Artinya, pada bulan pertama di bagian pengolahan dan pengadaan, bulan kedua akan ditugaskan di bagian pelayanan dan bulan ketiga dibagian serial, repository dan turnitin sebelum mendapatkan job description sendiri,’’ terang Kepala UPT Perpustakaan UMK, Noor Athiyah SS. M.Hum. (Eros/ Ros)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Selasa (10/4/2018) lalu, UPT. Perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK) memiliki tamu istimewa, yaitu ‘saudara seperjuangan’ dalam mengelola perpustakaan. Tamu tersebut adalah para pustakawan dari Univesitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara. Kunjungan para Pustakawan dari UNISNU Jepara itu, selain untuk bersilaturahmi, juga untuk belajar terkait repository UMK yang dinilai sangat baik.

Pustakawan UNISNU Jepara yang terdiri atas H. Suyanto S.Pd. MM. (Kepala Perpustakaan), Arif Sarifudin A.Md dan Abdul Rozaq Asowy S.Ag (Staf Perpustakaan) itu disambut oleh Kepala UPT. Perpustakaan UMK, Noor Athiyah SS. M.Hum beserta jajaran pengelola perpustakaan universitas di Lereng Muria tersebut.

H. Suyanto mengatakan, Perpustakaan UNISNU saat ini juga sudah menggunakan repository untuk pangkalan data karya sivitas UNISNU, akan tetapi belum optimal. ‘’Kami masih perlu belajar terkait aturan-aturan (regulasi) repository. ''Kedatangan kami ke sini adalah dalam rangka belajar tentang aturan-aturan simpan unggah karya sivitas UMK, sehingga bisa kami terapkan di Perpustakaan UNISNU,’’ ungkapnya.

Kepala UPT. Perpustakaan UMK, Noor Athiyah, pada kesempatan itu pun menjelaskan tentang kebijakan-kebijakan dan asal mula Repository UMK dibuat, sampai bisa ada Surat Keputusan (SK) dan aturan-aturan lain yang terkait.

‘’Repository UMK semula juga seperti di Perpustakaan UNISNU. Mulanya, kurang respons pasti ada. Dasar untuk itu adalah Surat Edaran dari DIKTI Nomor: 2050/E/T/2011 Tentang Kebijakan Karya Ilmiah dan Jurnal,’’ paparnya.

Surat Edaran dari DIKTI itulah sebagai pijakan (dasar) untuk tetap mengunggah karya ilmiah dan jurnal karya sivitas akademika UMK. ‘’Pertama kali yang dilakukan adalah penginstalan Software Eprints pada 2011. Sejak itu, Perpustakaan UMK sedikit demi sedikit menginput karya sivitas UMK,’’ lanjutnya.

Repository UMK, katanya, bisa diakses secara online, hanya belum bisa di-download secara full teks, karena ini sudah menjadi kebijakan rektor. ‘’Untuk mendapatkan karya tersebut, bisa menghubungi UPT. Perpustakaan dengan mematuhi aturan-aturan yang sudah di tentukan,’’ ujarnya.

Arif Sarifudin kemudian menanyakan perihal langkah UPT. Perpustakaan UMK sampai bisa memiliki SK Rektor dan aturan-aturan Repository hingga bisa diterbitkan. ‘’Kami membuat kepanitiaan yang melibatkan semua fakultas, lalu membuat draft SK, baru diajukan ke pimpinan untuk dikoreksi, apakah langsung disetujui atau ada yang harus direvisi,’’ tuturnya. (Eris/ Ros)

Sumber : http://umk.ac.id/informasi/berita/2642-kunjungi-perpustakaan-umk-pustakawan-unisnu-belajar-repositori

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – UPT. Perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK), mendapat kunjungan dari UPT. Perpustakaan dari Universitas Semarang (USM). Pada kesempatan itu, ditandatangani kesepakatan kerja sama, yang penandatangannya disaksikan antara lain oleh Rektor Dr. Suparnyo SH. MS. dan Wakil Rektor IV, Dr. Subarkah SH. M.Hum.

Usai penandatangan kerja sama, rombongan dari salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) swasta terbesar di Kota Semarang, itu melakukan tour (kunjungan) ke Perpustakaan UMK dan dilanjutkan dengan pelatihan turnitin.

Tour ke Perpustakaan UMK dipandu Firman Al-Mubarok, yang menjelaskan mengenai berbagai hal, terkait fasilitas dan layanan yang ada di Perpustakaan UMK, antara lain terkait ruang sirkulasi, ruang pengolahan buku, ruang referensi, ruang baca, ruang diskusi, ruang multimedia, hingga Waroeng Prancis.

Selain tour perpustakaan, dilakukan ‘pendampingan’ pelatihan turnitin kepada rombongan dari Perpustakaan USM, dipandu Pustakawan dari Perpustakaan UMK. Sebab, ke depannya, Perpustakaan USM juga akan menerepkan turnitin di kampusnya. Turnitin berfungsi untuk melakukan pengecekan hasil ilmiah, dan di UMK sudah dijalankan Perpustakaan UMK sejak dua tahun terakhir. 

‘’Sebelum menggunakan turnitin, Perpustakaan UMK pernah mencoba aplikasi lain yang sejenis. Namun ternyata turnitin dirasa paling bagus dan cocok, karena di Indonesia sendiri sudah ada perwakilannya, dan perpustakaan–perpustakaan Perguruan Tinggi (PT) lain juga sudah banyak yang menggunakannya,’’ ujar Noor Athiyah SS. M.Hum., kepala UPT. Perpustakaan UMK. (Erizt/ Eros)

Link asli : http://umk.ac.id/informasi/berita/2464-tour-perpustakaan-pelatihan-turnitin-usm-di-perpustakaan-umk

Page 4 of 7