Ramadhan SERU Jilid 2 : Memanusiakan Manusia Ala Sinau Hurip

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

UMK - Podcast Seputar Ramadhan UMK (SERU) episode 2 mengundang dua narasumber konten kreator youtube Sinau Hurip dan juga alumni S2 Psikologi Universitas Muria Kudus yakni Heni Mustikaningati serta Sukaryo Adi Putra.Tayang setiap Senin dan Kamis selama bulan Ramadhan, Podcast Ramadhan SERU ditayangkan langsung pada channel youtube Universitas Muria Kudus Official. Sukaryo dan Heni yang mengawali youtube Sinau Hurip Oktober 2019, menceritakan awal mula isi konten mereka berisikan anak-anak inspiratif walaupun memiliki keterbatasan dan berkebutuhan khusus. "Dulunya konten Sinau Hurip tidak se viral seperti konten ODGJ sekarang ini, masih mengangkat orang berkebutuhan khusus yang bisa mengisnpirasi dan memotivasi", ucap Adi. Berjalannya waktu, konten Sinau Hurip mulai mendapatkan respon positif dari viewer di saat pandemi hingga sekaran total viewer sebanyak 142.050.171 kali dengan 934.000 subscriber.

Memiliki jargon "Belajar Hidup dari Kehidupan", Sinau Hurip mengajak masyarakat belajar hidup dari kehidupan dengan memanusiakan manusia lain diantaranya orang berkebutuhan khusus dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta menekankan bahwa ODGJ juga manusia seperti kita. "Sampai sekarang ini ada 109 ODGJ yang ditemukan keluarga melalui Sinau Hurip, bahkan ada yang hilang sampai 40 tahun dan bisa bertemu melalui Sinau Hurip", ucap sukaryo. Namun juga terdapat beberapa ODGJ belum bisa pulang dan harus dilakukan perawatan karena memiliki riwayat yang agresif dan perlu pengobatan dan pendampingan. "Kebanyakan ODGJ itu hilang karena berhalusinasi, dan keluarga sulit karena kehilangan jejak, setelah ketemu melalui sinau hurip, keluarga ODGJ pasti merasakan haru dan pilu karena telah belasan atau puluhan tahun berpisah", ucap Heni.

Sukaryo Adi Putro dan Heni Mustikaningati "ODGJ itu bisa sehat kembali jika penanganan dan pengobatannya benar, seperti pak Umar yang viral dulunya kita sarankan pengobatan di Rumah Sakit Jiwa , baru direhabilitasi dulu di Margo Laras", ucap Adi. Kedua narasumber yang memiliki basic dasar ilmu menghadapi ODGJ ini mengatakan bahwa menangani ODGJ memang ada ilmu dasar dan psikologi penanganannya. Melihat ODGJ bisa sembuh dan sehat kembali memotivasi kedua narasumber ini untuk tetap membantu orang-orang dengan kebutuhan dan perhatian dari kita sesama manusia karena pada dasarnya mereka juga manusia yang membutuhkan kasih sayang dari kita. (Humas-Linfokom)