Previous Next

Tingkatkan Kualitas, Ikuti Short Term Traingin di Hongkong

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Perpustakaan menjadi salah satu hal penting di sebuah Universitas, pengelolaannyapun harus dilakukan dengan baik. Untuk itu, Universitas Muria Kudus (UMK) meningkatkan kapasitasnya dalam pengelolaan dengan mengikuti Short Term Training (STT) di Hongkong yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) pada 2018.

Kepala Perpustakaan UMK Noor Athiyah mengatakan, dirinya mengikuti kegiatan tersebut setelah melakukan proses seleksi. Karena ada lebih dari 100 orang pendaftar, sementara 20 orang yang dilakukan untuk wawancara. Selanjutnya baru dipilih sepuluh orang untuk mengikuti STT. ”Ada seleksi yang cukup ketat,” katanya kemarin.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 8 sampai 13 Oktober 2018 tersebut dikuti dari berbagai Universitas dan dilakukan di Hongkong University Library. Pelatihan yang diikuti tersebut mengambil tema Leadership for the Future University Library, banyak yang didapatkan dalam kegiatan itu.

Salah satunya adanya pentingnya peran Perpustakaan Perguruan Tinggi (Pusperti), kedepan pengelolaan Perpustakaan yang baik memang perlu kepemimpinan dan manajemen yang dinamis, visioner, adaptif, dan humanis. ”Selain itu, kerjasama antar pusperti juga sangat dibutuhkan, untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyajian layanan kepada mahasiswa dan dosen,” terangnya.

Tak hanya itu, pusperti harus mampu menyediakan tidak hanya koleksi buku saja, melainkan juga harus mampu menyediakan fasilitas yang nyaman dan akomodatif. Untuk pemustakanya juga harus saling berkolaborasi menghasilkan karya-karya baru. 

Dirinya berharap, kedepan ilmu yang didapat dari STT bisa dimanfaatkan secara maksimal di UMK. Semua peserta juga diharapkan bisa meningkatkan layanan perpustakaan masing-masing dan selanjutnya bisa saling tukar pengalaman dan kolaborasi. ”Saat kegiatan itu dapat teman-teman baru sesama pustakawan, jadi bisa sharing  wawasan dan pengalaman,” jelasnya.

Sehingga pelayanan perpustakaan bisa semakin baik dengan adanya kolaborasi, apalagi setiap perpustakaan pasti memiliki kendala dan kelebihan sendiri. Sehingga ketika dilakukan kolaborasi, kekurangan yang ada bisa ditutup dengan kolaborasi yang dilakukan. (Perpus-Humas)