Timba Pengalaman di Perpustakaan UMY dan UIN Suka

Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

YOGYAKARTA – Untuk meningkatkan layanan kepada para pemustaka, pengelola Perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK) senantiasa meningkatkan kapasitas pengelolanya melalui berbagai kegiatan.

Salah satu yang dilakukan dalam rangka itu, dengan melakukan kunjungan (studi banding) ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga pada Sabtu (26/2/2015) lalu.

Kepala Perpustakaan UMK, Noor Athiyah, SS. M.Hum, mengatakan, kunjungan ke Perpustakaan UMY dan Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, adalah untuk menjalin silaturahmi, sekaligus menimba ilmu mempelajari keunggulan yang belum dimiliki UMK.

‘’Dari studi banding ini, akan diketahui mana layanan yang perlu ditingkatkan, sehingga berdampak positif bagi perbaikan layanan di UMK. Pada akhirnya, melalui pelayanan maksimal dan perbaikan terus menerus, pemustaka pun akan betah dan menjadikan Perpustakaan UMK sebagai nadi pengembangan intelektualitas sivitas akademika,’’ ujarnya.

Dalam kunjungan di UMY, pengelola Perpustakaan UMK belajar mengenai manajemen perpustakaan, koleksi digital, pelayanan perpustakaan, dan tips meraih akreditasi A perpustakaan.

‘’Perpustakaan UMY juga mendapat apresiasi terbaik se Indonesia dari segi promosi dan pelayanannya terhadap American corner, memiliki Waroeng Perancis sebagaimana Perpustakaan UMK,  dan banyak memanfaatkan media sosial untuk promosi,’’ ujar Lasa H.S. dari Perpustakaan UMY.

Sedang di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, rombongan dari Perpustakaan UMK diterima Astuti (Wakil Kepala Perpustakaan) mewakili Ari Arianto (Kepala Perpustakaan) yang saat itu  berhalangan hadir.

Masing-masing Koordinator Bidang (Korbid) di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, mempresentasikan tugas dan kewenangannya, mulai dari Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Bidang Pelayanan Pemustaka, & Bidang Pelayanan Teknis. Secara khusus UPT Perpustakaan UMK mempelajari desain perpustakaan, manajemen SDM, perpustakaan digital, dan layanan terintegrasi.

‘’Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga sudah menggunakan teknologi RFID (Radio Frequency Identification), sehingga peminjaman dan pengembalian pun bisa dilakukan mandiri. Selain itu, pintu masuk sudah menggunakan teknologi yang sama dan memungkinkan pemunculan statistik secara real time,’’ terang Ida, Korbid Pelayanan Pemustaka, di sela tur perpustakaan. (Erizt-Portal)