Previous Next

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi (FPPTI) Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Literasi Pustaka ke Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Telkom University dan Universitas Pendidikan Indonesia, kemarin pada 10-13 April 2019. Kegiatan tersebut diikuti oleh 31 peserta dari 18 perguruan tinggi di Jawa Tengah.


Kunjungan pertama adalah di Perpustakaan Nasional yang langsung disambut para pustakawan dan Kepala Bidang Layanan Koleksi Umum, Drs. Agus Sutoyo, M.Si.. Setelah menyampaikan selamat dating, Agus pada sambutannya mengulas sejarah singkat persiapan gedung perpustakaan nasional yang baru dan ragam layanan yang tersedia di sana.


Pada sesi penerimaan ini, Ketua FPPTI Jawa Tengah, Wiji Suwarno, berkesempatan menyatakan terima kasih atas kesempatan dan penerimaan Perpusnas RI. Selain itu, kolaborasi Indonesia One Search antar Perpusnas RI dengan perpustakaan anggota FPPTI Jawa Tengah dan penandatanganan MoU antara Perpusnas RI dan perpustakaan anggota FPPTI Jawa Tengah turut dibahas.


Setelah sambutan selesai dilanjutkan studi tour perpusnas. Perpustakaan nasional memberikan fasilitas dan pelayanan yang begitu istimewa bagi masyarakat. Pada lantai tertinggi, 24, ada area VVIP Longue yang merupakan area untuk tamu dan area baca yang nyaman dan luas sekaligus menyajikan pemandangan Jakarta, terutama Monumen Nasional. Ada lantai layanan koleksi anak, lantai layanan naskah kuno, dan sebagainya. Sayangnya, waktu yang terbatas membuat banyak peserta tidak bisa mengeksplorasi seluruh 24 lantai. Namun demikian, peserta tidak pulang dengan tangan kosong, karena banyak sekali judul buku terbitan Perpusnas RI yang bias dibawa pulang tanpa biaya apapun.


Pada hari kedua, kunjungan pertama ke Perpustakaan Telkom University. Peserta dimanjakan dan diinspirasi oleh desain interior yang sangat bagus dan nyaman. Selain itu, sistem informasinya dibangun sendiri yang bisa terintegrasi pada semua layanan dan laporan manajemen perpustakaan.


Kunjungan terakhir di Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia, perpustakaan  yang sedang focus mearih ISO 9000: 2015 ini pada tahun 2016 berhasil meraih penghargaan Usage Award 2016 dari Springer Nature. Prestasi yang membanggakan ini merupakan hasil partisipasi seluruh sivitas akademika UPI yang aktif memanfaatkan e-Books Springer terbitan tahun 2014 sampai 2016. Selain itu, 1 lantai baru di tingkat teratas sudah memiliki desain bangunan yang luas dengan pencahayaan bagus.
Jamzanah, panitia kegiatan Literasi Pustaka ini menyatakan, “kami berharap para peserta belajar, termotivasi, dan terinsipirasi dari perpustakaan-perpustakaan lain. Semoga yang didapatkan dari kegiatan ini bisa diterapkan di perpustakaan masing-masing.”


Seorang peserta dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, Siti Maesaroh menyampaikan kesannya, “sangat bagus, kebersamaan, mempererat silaturrohim, sharing, bisa belajar dari perpustakaan yg lebih maju, membuka wawasan yg bisa dijadikan referensi untuk kemajuan perpustakaan masing-masing PT, sadar akan kekurangan kita, sehingga kita harus berbenah diri untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.”


Siti Maesaroh juga berpesan “mohon kegiatan semacam ini diagendakan setiap tahun. Mungkin dengan peserta yang berbeda dari setiap PT, PTN di setiap kota bisa memperkasai atau menguatkan forum FPPTI ini, dengan pertimbangan dari segi pendanaan mereka lebih kuat.”  (Erizt – Ath)

Previous Next

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – UPT Perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK) bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kudus melaksanakan pelatihan kepada sepuluh sekolah. Pelatihan ini dilaksanakan untuk membantu sekolah tersebut saat proses akreditasi perpustakaan.

Kepala UPT Perpustakaan UMK Noor Athiyah mengatakan, pihaknya sangat bangga bisa membagi ilmu dengan pengelola perpustakaan sekolah. Karena memang untuk mengelola perpustakaan butuh sistem yang baik, harus ada standarnya. ”Beberapa komponen penting harus di kuasai,” katanya saat pelatihan di ruangan Waroeng Perancis 2 April 2019 lalu.

Ada enam instrumen yang harus dilengkapai dalam pengelolaan perpustakaan yang  baik. Yakni koleksi buku, sarana dan prasarana, pelayanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan dan pengelolaan, dan komponen penguat.

Pihaknya memahami untuk sekolah memang ada beberapa kendala yang harus dihadapi untuk memenuhi enam komponen tersebut. Tentunya harus dicarikan solusi bersama di internal institusi itu sendiri agar perpustakaan bisa beroperasi maksimal.

Sementara itu, Pustakawan dari IAIN Kudus Radiya Wira Buana menambahkan, enam komponen tersebut idealnya memang harus dipenuhi. Namun berdasarkan pengalamannya dalam melakukan akreditasi perpustakaan ada instrumen yang jadi kendala. Yakni terkait anggaran perpustakaan yang masih jauh dari instrumen tersebut.

Pengelola perpustakaan sekolah,  Dinar Rahmawati mengaku senang dengan pelatihan tersebut. Karena dirinya sudah mendapatkan kekurangan dan kelebihan perpustakaannya untuk menghadapi akreditasi.

Sehingga pihaknya memiliki gambaran mana yang harus dilengkapi untuk menutupi kekurangan yang ada. ”Kami jadi bisa membayangkan apa yang harus dipersiapkan,” terangnya.

Perwakilan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kudus Abdul Rokhim berharap dengan pelatihan tersebut perpustakaan-perpustakaan yang sudah di tunjuk untuk mengikuti akreditasi perpustakaan bisa mendapatkan hasil maksimal. Tentunya dengan bekerja maksimal usai pelatihan yang dilakukan.

Sekolah yang mengikuti pelatihan untuk akreditasi perpustakaan adalah  SD 3 Terban, SD Cahaya Nur, SDIT Al Islam, SD 1 Bae, SD 2 Wergu Wetan, SMP 2 Kudus, SMP 2 Gebog, MAN 2 Kudus, SMP Keluarga, SMA 1 Kudus, SMA 1 Bae. (Erizt/Linfokom)

Sumber : Hadapi Akreditasi, Sepuluh Sekolah Dilatih UPT Perpustakaan UMK

Previous Next

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

UMK – Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) bisa mengakses ribuan e-journal dan e-book dan karya lain di beberapa lembaga internasional. Untuk memaksimalkannya, UPT perpustakaan UMK melakukan pelatihan agar mahasiswa bisa memanfaatkan secara maksimal fasilitas tersebut.

Kepala UPT Perpustakaan UMK Atiyah Haromain mengatakan, pelatihan dilakukan kepada laboran, baik kepala maupun petugasnya yang mengurusi perpustakaan setiap jurusan. ”Kami harap pelatihan ini bisa meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa lebih maksimal lagi, karena memang terus diupdate,” katanya Selasa (12/02/2019).

Dengan pelayanan yang semakin baik tentunya mahasiswa akan lebih mudah mendapatkan apa yang dibutuhkan, terutama mereka yang akan menyelesaikan tugas akhir. Banyak materi yang disampaikan untuk peningkatan pelayanan tersebut.

Materinya antara lain pertama prosedur pelayanan, sirkulasi, anggota, ruang baca, fotoopidan pergerakan. Materi kedua tentang prosedur pelayanan, ruang skripsi, multimedia, repositori, e-journal, dan turnitin.

Materi ketiga tentang pelatihan penelusuran informasi melalui OPAC, e-journal UMK dan e-journal sesuai program studi yang ada di UMK. Materi keempat tentang penelusuran informasi melalui database yang sudah bekerjasama dengan UPT Perpustakaan UMK dan repositori UMK.

Materi kelima tentang pelatihan penelusuran informasi tmelalui database yang sudah bekerjasama dengan Kemenristekdikti dan Perpusnas. ”Jadi kami maksimalkan pelatihan ini agar pelayanan semakin baik,” terangnya.

Untuk e-journal , e-book dan karya lain yang bekerjasama dengan Upt Peprustakaan yakni Gale Virtual Reference Library, Emerald Insight, Ebsco, Cengage Learning, dan Proquest. Setiap fakultas sudah diberikan username dan password agar bisa melakukan akses ke database online tersebut.

Selain itu ada juga e-library USA dan e-resources dari Perpusnas. Untuk internal UMK sendiri juga ada jurnal yang sudah dipublis di website umk.ac.id. ”Harapannya dengan pelatihan ini, pelayanan bisa semakin membaik sesuai kebutuhan mahasiswa,” imbuhnya.(Linfokom)

Sumber : https://umk.ac.id/informasi/berita/2845-upt-perpustakaan-umk-siapkan-akses-ribuan-jurnal-internasional-ke-mahasiswa

Previous Next

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK) bakal memaksimalkan layanan turnitin. Yakni aplikasi yang bisa digunakan untuk mengetahui adanya indikasi plagiasi. Semua mahasiswa dan dosesn sudah diwajibkan menggunakan aplikasi tersebut.

Hal tersebut menajdi salah satu bagian hasil rapat yang dilakukan UPT Perpustakaan UMK pada rapat kerja 2018 untuk program kerja 2019 – 2020 pada tanggal 28 dan 28 Desember 2018.

Kepalan UPT Perpustakaan UMK Noor Athiyah mengatakan, turnitin menyajikan fitur yang bisa digunakan untuk mengecek kesamaan antara satu artikel dengan berbagai sumber online di internet. Kesamaan ini kemudian diartikan adanya indikasi plagiasi.

Namun perlu diperhatikan, bahwa kesamaan adalah indikasi, artinya belum tentu plagiasi. Dengan aplikasi tersebut, diharapkan semua karya mahasiswa dan dosen memang orisinil dan juga bisa mengetahui karya mahasiswa dan dosen diplagiasi atau tidak.

Selain itu, UPT Perpustakaan UMK terus meningkatkan pengembangan teknologi informasi tentang sistem Radio Frequency Identification (RFID). ”Dengan sistem tersebut nantinya civitas UMK akan lebih mudah melakukan transaksi permintaan mandiri dan pengembalian mandiri,” katanya.

Tak hanya itu, juga menyiapkan perubahan desain ruangan multimedia dan ruang skripsi, sehingga pengunjung bisa merasakan kenyamanan. ”Intinya semua untuk pengembangan pelayanan untuk pemustaka dan pengembangan TI untuk UPT Perpustakaan,” terangnya.

Dengan adanya raker ini diharapkan pustakawan nanti mampu meningkatkan kualitas layanan UPT Perpustakaan UMK dengan lebih baik. Selanjutnya pustakawan juga harus bisa memberikan inovasi-inovasi terbaru untuk kemajuan UPT Perpustakaan UMK. (Erizt/Linfokom)

Previous Next

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – UPT Perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan kerjasama dengan komunitas Senayan Library Management System (SLiMS) melaksanakan pelatihan apliaksi SLiMS. Peserta yang hadir kebanyakan dari sekolah dan peserta tidak hanya dari Kuus saja, melainkan dari luar Kudus.

SLiMS merupakan aplikasi perpustakaan yang berbasis web dan dikembangkan oleh salah satu pustakawan dari kemendikbud. Aplikasi SLiMS sudah banyak digunakan oleh perpustakaan perguruan tinggi, sekolah, maupun perpustakaan daerah.

Aplikasi tersebut bisa diunduh gratis, sehingga SLiMS menajdi salah satu apliaksi yang diminati. Karena sudah sangat mumpuni untuk pengelolaan perpustakaan, apalagi untuk sekolah.

Ketua Panitia Suwarni mengatakan, pelatihan yang dilaksanakan 22 Desember 2018 tersebut dihadiri berbagai perpustakaan dari perguruan tinggi maupun perpustakaan sekolah se-indonesia. Menurut data peserta yang hadir dalam pelatihan ada yang dari Depok, Surabaya, Magelang, Semarang, Gorontalo, Madura, Jepara, Demak, Pati, dan Kudus.

Dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan pengelolaan perpustakaan bisa terotomasi dan tidak menggunakan sistem manual. ”Yang hadir sudah ada yang menggunakan SLiMS, jadi bisa dikatakan pelatihan lanjutan,” katanya.

Pelatihan tersebut dibagi dua sesi. Pertama tentang Pengenalan SLiMS, Instalasi SLiMS, dan Input Bibliografi dengan CSV. Sesi kedua tentang input data anggota dengan CSV dan Praktek Sistem Layanan Sirkulasi dan Penjelasan Tentang Pelaporan.

Salah satu peserta pelatihan, Mufid mengaku sangat bermanfaat mengikuti pelatihan tersebut. Karena bisa mengetahui penerapan aplikasi perpustakaan lebih detail, apalagi aplikasi ini diberikan gratis. ”Saya juga bisa belajar dengan komunitas SLiMS tentang perpustakaan walapun saya sendiri bukan berlatang belakang pustakawan,” terangnya.

Peserta lainnya dari Kabupaten Bojonegoro, Dwi Puspita Sari mengatakan, dirinya sudah lama menggunakan Aplikasi SLiMS. Namun akhir-akhir ini dia mengalami masalah, karena aplikasi SLiMS sering eror.

Dengan pelatihan tersebut, dirinya mengutarakan masalah yang dialami dan bisa terselesaikan. Sistem eror di apliaksi sudah bisa diselesaikan dalam pelatihan. ”Alhamdulillah bisa beres masalahnya, dengan pelatihan ini saya mendapatkan ilmu baru yang belum saya dapatkan saat kuliah di jurusan ilmu perpustakaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan UMK Noor Atiyah mengucapkan terimakasih atas kehadiran peserta pelatihan. Pihaknya memfasilitasi daam pelatihan tersebut agar pengelolaan perpustakaan, terutama sekolah bisa lebih baik.

Sehingga semua peserta pelatihan bisa memaksimalkan apliaksi SLiMS untuk pengelolaan perpustakaan instansi amsing-masing. Apalagi SLiMS juga sudah sangat baik dan tidak hanya di gunakan instansi Indonesia saja, tapi sudah diguanakn oleg instansi luar Indonesia.(erizt/linfokom)

Page 1 of 6