Previous Next

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK) bakal memaksimalkan layanan turnitin. Yakni aplikasi yang bisa digunakan untuk mengetahui adanya indikasi plagiasi. Semua mahasiswa dan dosesn sudah diwajibkan menggunakan aplikasi tersebut.

Hal tersebut menajdi salah satu bagian hasil rapat yang dilakukan UPT Perpustakaan UMK pada rapat kerja 2018 untuk program kerja 2019 – 2020 pada tanggal 28 dan 28 Desember 2018.

Kepalan UPT Perpustakaan UMK Noor Athiyah mengatakan, turnitin menyajikan fitur yang bisa digunakan untuk mengecek kesamaan antara satu artikel dengan berbagai sumber online di internet. Kesamaan ini kemudian diartikan adanya indikasi plagiasi.

Namun perlu diperhatikan, bahwa kesamaan adalah indikasi, artinya belum tentu plagiasi. Dengan aplikasi tersebut, diharapkan semua karya mahasiswa dan dosen memang orisinil dan juga bisa mengetahui karya mahasiswa dan dosen diplagiasi atau tidak.

Selain itu, UPT Perpustakaan UMK terus meningkatkan pengembangan teknologi informasi tentang sistem Radio Frequency Identification (RFID). ”Dengan sistem tersebut nantinya civitas UMK akan lebih mudah melakukan transaksi permintaan mandiri dan pengembalian mandiri,” katanya.

Tak hanya itu, juga menyiapkan perubahan desain ruangan multimedia dan ruang skripsi, sehingga pengunjung bisa merasakan kenyamanan. ”Intinya semua untuk pengembangan pelayanan untuk pemustaka dan pengembangan TI untuk UPT Perpustakaan,” terangnya.

Dengan adanya raker ini diharapkan pustakawan nanti mampu meningkatkan kualitas layanan UPT Perpustakaan UMK dengan lebih baik. Selanjutnya pustakawan juga harus bisa memberikan inovasi-inovasi terbaru untuk kemajuan UPT Perpustakaan UMK. (Erizt/Linfokom)

Previous Next

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – UPT Perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK) melakukan kerjasama dengan komunitas Senayan Library Management System (SLiMS) melaksanakan pelatihan apliaksi SLiMS. Peserta yang hadir kebanyakan dari sekolah dan peserta tidak hanya dari Kuus saja, melainkan dari luar Kudus.

SLiMS merupakan aplikasi perpustakaan yang berbasis web dan dikembangkan oleh salah satu pustakawan dari kemendikbud. Aplikasi SLiMS sudah banyak digunakan oleh perpustakaan perguruan tinggi, sekolah, maupun perpustakaan daerah.

Aplikasi tersebut bisa diunduh gratis, sehingga SLiMS menajdi salah satu apliaksi yang diminati. Karena sudah sangat mumpuni untuk pengelolaan perpustakaan, apalagi untuk sekolah.

Ketua Panitia Suwarni mengatakan, pelatihan yang dilaksanakan 22 Desember 2018 tersebut dihadiri berbagai perpustakaan dari perguruan tinggi maupun perpustakaan sekolah se-indonesia. Menurut data peserta yang hadir dalam pelatihan ada yang dari Depok, Surabaya, Magelang, Semarang, Gorontalo, Madura, Jepara, Demak, Pati, dan Kudus.

Dengan adanya pelatihan tersebut, diharapkan pengelolaan perpustakaan bisa terotomasi dan tidak menggunakan sistem manual. ”Yang hadir sudah ada yang menggunakan SLiMS, jadi bisa dikatakan pelatihan lanjutan,” katanya.

Pelatihan tersebut dibagi dua sesi. Pertama tentang Pengenalan SLiMS, Instalasi SLiMS, dan Input Bibliografi dengan CSV. Sesi kedua tentang input data anggota dengan CSV dan Praktek Sistem Layanan Sirkulasi dan Penjelasan Tentang Pelaporan.

Salah satu peserta pelatihan, Mufid mengaku sangat bermanfaat mengikuti pelatihan tersebut. Karena bisa mengetahui penerapan aplikasi perpustakaan lebih detail, apalagi aplikasi ini diberikan gratis. ”Saya juga bisa belajar dengan komunitas SLiMS tentang perpustakaan walapun saya sendiri bukan berlatang belakang pustakawan,” terangnya.

Peserta lainnya dari Kabupaten Bojonegoro, Dwi Puspita Sari mengatakan, dirinya sudah lama menggunakan Aplikasi SLiMS. Namun akhir-akhir ini dia mengalami masalah, karena aplikasi SLiMS sering eror.

Dengan pelatihan tersebut, dirinya mengutarakan masalah yang dialami dan bisa terselesaikan. Sistem eror di apliaksi sudah bisa diselesaikan dalam pelatihan. ”Alhamdulillah bisa beres masalahnya, dengan pelatihan ini saya mendapatkan ilmu baru yang belum saya dapatkan saat kuliah di jurusan ilmu perpustakaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan UMK Noor Atiyah mengucapkan terimakasih atas kehadiran peserta pelatihan. Pihaknya memfasilitasi daam pelatihan tersebut agar pengelolaan perpustakaan, terutama sekolah bisa lebih baik.

Sehingga semua peserta pelatihan bisa memaksimalkan apliaksi SLiMS untuk pengelolaan perpustakaan instansi amsing-masing. Apalagi SLiMS juga sudah sangat baik dan tidak hanya di gunakan instansi Indonesia saja, tapi sudah diguanakn oleg instansi luar Indonesia.(erizt/linfokom)

Previous Next

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Pada Hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober 2018 kemarin, UPT perpustakaan turut merayakan melalui acara berbagi bingkisan untuk pemustaka yang berbangga hati  mengenakan baju batik. Sebagai penghargaan atas partisipasi mereka turut melestarikan budaya Indonesia, beragam bingkisan telah disiapkan untuk mereka.

Makanan ringan gratis disediakan di meja absen untuk siapa saja pengunjung yang mengenakan batik di hari itu. Pada jam-jam tertentu, para pengunjung berbaju batik dihampiri oleh pustakawan. Gantungan kunci dihadiahkan untuk mereka. Ada juga 20 pustakawan yang beruntung mendapatkan mug perpustakaan. Mereka adalah yang memenuhi kategori mahasiswa baru, meminjam buku, dan mengenakan batik.

Asih Winarti selaku Koordinator Pelayanan menjelaskan dengan adanya acara Hari Batik ini, semoga perpustakaan Universitas Muria Kudus bisa memotivasi dan menunmbuhkan suasana yang menyenakngkan sehingga pemustaka merasa senang dan kerasan dengan layanan kami. Ke depan, UPT Perpustakaan akan berusaha memeriahkan hari-hari penting secara lebih menarik dan mendidik.

Eina, mahasiswa manajemen yang juga mendapatkan bingkisan, mengatakan "sangat bermanfaat bisa mengemangati hari batik nasional."

Seorang mahasiwa akuntansi Eka Maharani juga memberikan kesan dan pesan "kalau bisa di tambah agar bisa membuat motivasi kepada mahasiwa yang lain," katanya. (Erizt)

Previous Next

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK – Jajaran pengelola Perpustakaan Institut Pesantren Matali’ul Falah (IPMAFA) Pati melakukan studi banding di UPT Perpustakaan Universitas Muria Kudus guna mempelajari perkembangan yang ada di perpustakaan UMK untuk bisa di terapkan di Perpustakaan IPMAFA.

Rombongan tiba di UPT Perpustakaan 29 Agustus 2018, kemarin, Pukul 09.30 WIB. Rombongan tersebut di terima oleh kepala UPT perpustakaan dan Pustakawan UMK dengan baik. Bertempat di Waroeng Perancis Lantai 2 UPT Perpustakaan UMK.

Athiyah (Kepala UPT Perpustakaan UMK) dalam sambutannya menjelaskan sekilas tentang perpustakaan UMK dan ucapan terimakasih telah berkunjung di perpustakaan UMK, dan juga memperkenalkan pustakawan UMK beserta Job deskripsinya di Perpustakaan.

Lina (kepala perpustakaan IPMAFA) memaparkan “kami sangat senang bisa di terima di UPT perpustakaan UMK yang telah berkembang jauh dari perpustakaan IPMAFA yang kami kelola.Kami disini ingin bisa mempelajari perkembangan yang ada di perpustakaan UMK untuk bisa kita aplikasikan di perpustakaan kami, tuturnya.”

Diskusi antara perpustakaan UMK dan IPMAFA berjalan dengan baik dan di lanjut tur keliling UPT perpustakaan UMK. Didampingi oleh pustakawan UMK, pustakawan IPMAFA PATI menjelajahi fasilitas, layanan, dan suasana di Perpustakaan UMK dengan antusisas dan melempar banyak pertanyaan.

Staf teknologi informasi dari IPMAFA yang turut serta dalam studi banding pun didampingi oleh staf teknologi informasi dari Universitas Muria Kudus. Mereka saling berbagi informasi mengenai pengembangan system informasi perpustakaan dan repositori institusi di masing-masing perguruan tinggi. (Erizt)

Previous Next

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

UMK - Indonesian Academic Librarian Award (IALA) adalah salah satu ajang untuk memberikan apresiasi kepada para Pustakawan yang memiliki prestasi yang baik yang di selenggarakan oleh Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia. Penghargaan berskala nasional ini dimulai dari seleksi tingkat provinsi.
 
Tahun 2018 ini, UPT Perpustakaan UMK memilih Firman Al Mubarok, S.Hum untuk bisa menunjukan bakatnya kepada dunia perustakaan. Firman dinyatakan lulus dalam verifikasi pemberkasan dokumen yang tercantum dalam surat nomor 006/FPPTI-Jateng/VIII/2018.

Firman mengikuti seleksi wilayah bersama empat finalis lain; Triningsih, S. IP. (IAIN Surakarta), Nasyiatun Niswah, S. IP. (STIKES Muhammadiyah Gombong),  Sulistya Nur Ginanjar (Universitas Muhammadiyah Magelang), dan Ari Fatmawari (Universitas Muhammadiyah Surakarta).
 
Setelah melalui tes tulis, presentasi, wawancara, dan focus group discussion, Firman dinyatakan sebagai pemenang (Juara 1) dalam ajang komptensi IALA 2018 Tingkat Jateng, dan akan maju dan mewakili ketingkat Nasional, tanggal 4 September 2018 di Universitas Brawijaya.


“Kami sangat bangga atas keberhasilan yang di raih oleh pustakawan kami (firman) dalam ajang IALA ini, semoga juga berhasil dalam tingkat nasional, katanya.”
 
Ungkapan senada disampaikan oleh kolega Firman, R. Ayu Siti Lathifah, S.Hum (Pustakawan UMK), “Selamat atas keberhasilan yang diraih oleh mas Firman, semoga kita bisa mengikuti jejaknya dalam kompetensi pustakawan berikutnya.”

 
Semangat, Fir!. (Erizt)