• UMK – Jajaran pengelola Perpustakaan Institut Pesantren Matali’ul Falah (IPMAFA) Pati melakukan studi banding di UPT Perpustakaan Universitas Muria Kudus guna mempelajari perkembangan yang ada di perpustakaan UMK untuk bisa di terapkan di Perpustakaan IPMAFA.

    Rombongan tiba di UPT Perpustakaan 29 Agustus 2018, kemarin, Pukul 09.30 WIB. Rombongan tersebut di terima oleh kepala UPT perpustakaan dan Pustakawan UMK dengan baik. Bertempat di Waroeng Perancis Lantai 2 UPT Perpustakaan UMK.

    Athiyah (Kepala UPT Perpustakaan UMK) dalam sambutannya menjelaskan sekilas tentang perpustakaan UMK dan ucapan terimakasih telah berkunjung di perpustakaan UMK, dan juga memperkenalkan pustakawan UMK beserta Job deskripsinya di Perpustakaan.

    Lina (kepala perpustakaan IPMAFA) memaparkan “kami sangat senang bisa di terima di UPT perpustakaan UMK yang telah berkembang jauh dari perpustakaan IPMAFA yang kami kelola.Kami disini ingin bisa mempelajari perkembangan yang ada di perpustakaan UMK untuk bisa kita aplikasikan di perpustakaan kami, tuturnya.”

    Diskusi antara perpustakaan UMK dan IPMAFA berjalan dengan baik dan di lanjut tur keliling UPT perpustakaan UMK. Didampingi oleh pustakawan UMK, pustakawan IPMAFA PATI menjelajahi fasilitas, layanan, dan suasana di Perpustakaan UMK dengan antusisas dan melempar banyak pertanyaan.

    Staf teknologi informasi dari IPMAFA yang turut serta dalam studi banding pun didampingi oleh staf teknologi informasi dari Universitas Muria Kudus. Mereka saling berbagi informasi mengenai pengembangan system informasi perpustakaan dan repositori institusi di masing-masing perguruan tinggi. (Erizt)

  • UMK – Pada Hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober 2018 kemarin, UPT perpustakaan turut merayakan melalui acara berbagi bingkisan untuk pemustaka yang berbangga hati  mengenakan baju batik. Sebagai penghargaan atas partisipasi mereka turut melestarikan budaya Indonesia, beragam bingkisan telah disiapkan untuk mereka.

    Makanan ringan gratis disediakan di meja absen untuk siapa saja pengunjung yang mengenakan batik di hari itu. Pada jam-jam tertentu, para pengunjung berbaju batik dihampiri oleh pustakawan. Gantungan kunci dihadiahkan untuk mereka. Ada juga 20 pustakawan yang beruntung mendapatkan mug perpustakaan. Mereka adalah yang memenuhi kategori mahasiswa baru, meminjam buku, dan mengenakan batik.

    Asih Winarti selaku Koordinator Pelayanan menjelaskan dengan adanya acara Hari Batik ini, semoga perpustakaan Universitas Muria Kudus bisa memotivasi dan menunmbuhkan suasana yang menyenakngkan sehingga pemustaka merasa senang dan kerasan dengan layanan kami. Ke depan, UPT Perpustakaan akan berusaha memeriahkan hari-hari penting secara lebih menarik dan mendidik.

    Eina, mahasiswa manajemen yang juga mendapatkan bingkisan, mengatakan "sangat bermanfaat bisa mengemangati hari batik nasional."

    Seorang mahasiwa akuntansi Eka Maharani juga memberikan kesan dan pesan "kalau bisa di tambah agar bisa membuat motivasi kepada mahasiwa yang lain," katanya. (Erizt)