Kunjungi Perpustakaan UMK, Pustakawan UNISNU Pelajari Repository

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

UMK – Selasa (10/4/2018) lalu, UPT. Perpustakaan Universitas Muria Kudus (UMK) memiliki tamu istimewa, yaitu ‘saudara seperjuangan’ dalam mengelola perpustakaan. Tamu tersebut adalah para pustakawan dari Univesitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara. Kunjungan para Pustakawan dari UNISNU Jepara itu, selain untuk bersilaturahmi, juga untuk belajar terkait repository UMK yang dinilai sangat baik.

Pustakawan UNISNU Jepara yang terdiri atas H. Suyanto S.Pd. MM. (Kepala Perpustakaan), Arif Sarifudin A.Md dan Abdul Rozaq Asowy S.Ag (Staf Perpustakaan) itu disambut oleh Kepala UPT. Perpustakaan UMK, Noor Athiyah SS. M.Hum beserta jajaran pengelola perpustakaan universitas di Lereng Muria tersebut.

H. Suyanto mengatakan, Perpustakaan UNISNU saat ini juga sudah menggunakan repository untuk pangkalan data karya sivitas UNISNU, akan tetapi belum optimal. ‘’Kami masih perlu belajar terkait aturan-aturan (regulasi) repository. ''Kedatangan kami ke sini adalah dalam rangka belajar tentang aturan-aturan simpan unggah karya sivitas UMK, sehingga bisa kami terapkan di Perpustakaan UNISNU,’’ ungkapnya.

Kepala UPT. Perpustakaan UMK, Noor Athiyah, pada kesempatan itu pun menjelaskan tentang kebijakan-kebijakan dan asal mula Repository UMK dibuat, sampai bisa ada Surat Keputusan (SK) dan aturan-aturan lain yang terkait.

‘’Repository UMK semula juga seperti di Perpustakaan UNISNU. Mulanya, kurang respons pasti ada. Dasar untuk itu adalah Surat Edaran dari DIKTI Nomor: 2050/E/T/2011 Tentang Kebijakan Karya Ilmiah dan Jurnal,’’ paparnya.

Surat Edaran dari DIKTI itulah sebagai pijakan (dasar) untuk tetap mengunggah karya ilmiah dan jurnal karya sivitas akademika UMK. ‘’Pertama kali yang dilakukan adalah penginstalan Software Eprints pada 2011. Sejak itu, Perpustakaan UMK sedikit demi sedikit menginput karya sivitas UMK,’’ lanjutnya.

Repository UMK, katanya, bisa diakses secara online, hanya belum bisa di-download secara full teks, karena ini sudah menjadi kebijakan rektor. ‘’Untuk mendapatkan karya tersebut, bisa menghubungi UPT. Perpustakaan dengan mematuhi aturan-aturan yang sudah di tentukan,’’ ujarnya.

Arif Sarifudin kemudian menanyakan perihal langkah UPT. Perpustakaan UMK sampai bisa memiliki SK Rektor dan aturan-aturan Repository hingga bisa diterbitkan. ‘’Kami membuat kepanitiaan yang melibatkan semua fakultas, lalu membuat draft SK, baru diajukan ke pimpinan untuk dikoreksi, apakah langsung disetujui atau ada yang harus direvisi,’’ tuturnya. (Eris/ Ros)

Sumber : http://umk.ac.id/informasi/berita/2642-kunjungi-perpustakaan-umk-pustakawan-unisnu-belajar-repositori